HEADLINE

SALAKANAGARA, SALAH SATU KERAJAAN TERTUA DI INDONESIA



Perdebatan di kalangan Sejarahwan mengenai Kerajaan Salakanagara sebagai kerajaan tertua masih terus terjadi, beberapa pendapat menyatakan bahwa kerajaan tertua di indonesia adalah Kerajaan Kutai Martadipura yang muncul pada abad ke-4 M di Kalimantan Timur. Sementara menurut sejumlah sumber dan literature yang telah kami baca (salah satunya wikipedia), menyatakan bahwa ada sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang sudah ada sejak abad ke-2 M.

Meskipun bukti fisik mengenai keberadaan kerajaan Salakanagara ini sudah sangat sulit ditemukan, akan tetapi ada beberapa pendapat yang cukup mumpuni untuk menguatkan keberadaan Kerajaan Salakanagara, salah satunya, yakni; dikaitkan pada catatan peradaban bangsa Cina.

Kerajaan Salakanagara telah  bekerjasama dalam berbagai bidang dengan Dinasti Han, hingga abad ke-3 M. Pada abad ke-3 Masehi ini Dinasti Han dari Cina mengirim sejumlah utusan ke Salakanagara untuk menjalin kerjasama ekonomi dan perdagangan sehingga menjadikan kedua negara terlibat dalam diplomasi yang baik pada masa itu.

Selain tentang sejarah kerjasamanya dengan dinasti Han- Cina, keberadaan Kerajaan Salakanagara juga didasarkan pada Naskah Wangsakerta, namun sayangnya Naskah Wangsakerta sendiri hingga kini masih menjadi persoalan mengenai keabsahan isinya.

Kerajaan Salakanagara merupakan kerajaan (sunda) tertua di Nusantara. Ini berdasarkan sebuah naskah bernama Wangsakerta - Pustaka Raja raja Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya bernama Pangeran Wangsakerta). Menurut naskah ini Salakanagara diperkirakan merupakan kerajaan paling awal berdiri di Nusantara. Salakanagara juga diyakini sebagai leluhur Suku Sunda, hal ini dikarenakan wilayah peradaban Salakanagara sama persis dengan wilayah peradaban masyarakat suku Sunda selama berabad-abad. Dan yang memperkuat lagi adalah kesamaan kosakata antara Sunda dan Salakanagara. Bukti lain, yang juga menguatkan eksistensi Salakanagara adalah ditemukan sebuah Jam Sunda atau Jam Salakanagara, nah jam ini adalah penanda waktu yang berbahasa Sunda.

Menurut sejumlah literature, berdirinya kerajaan Salakanagara pada abad ke-2 M di kota yang dikenal dengan logamnya, kata Salakanagara berarti "Negeri Perak" didirikan pada 52 Saka. Penguasa pertama di Salakanagara adalah Aki Tirem yang bermukim di Kawasan Teluk Lada, Pandeglang-Banten. Dalam bahasa Sunda kalimat Pandeglang berasal dari dua kata dasar, yakni: "Pande" atau "Panday" dan "Geulang" Pende Gelang, artinya -pembuat gelang-

Tokoh awal yang memiliki peran penting pada masa masa awal Salakanagara adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyrè oleh Ptolemeus dalam tahun 150, dikarenakan Salakanagara diartikan sebagai "Negara Perak" dalam bahasa Sansakerta. #aki_tirem, merupakan seorang penghulu atau penguasa kampung setempat yang akhirnya menjadi mertua duta dari Pallava (Indo-Parthia) bernama Dewawarman. Dewawarman sediri merupakan seorang duta keliling, pedagang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India), puteri Sang Aki Luhur Mulya ini bernama Dewi Pohaci Larasati kemudian diperistri oleh Dewawarman.

Menikahnya Dewa Warman dan putri sang penghulu, kemudian diikuti oleh semua pengikut dan pasukannya, yang juga menikah dengan wanita setempat, mereka menetap di kampung ini serta tak ingin kembali ke kampung halamannya. Inilah sejarah awal sang Dewawarman di tanah Salakamagara.

Ketika penghulu Aki Tirem meninggal, Dewawarman menerima tongkat kekuasaan. Tahun 130 Masehi ia kemudian secara resmi mendirikan sebuah kerajaan dengan nama Salakanagara beribu kota di Rajatapura. Ia menjadi raja pertama dengan gelar 'Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara

Rajatapura adalah ibu kota Salakanagara yang hingga tahun 362M menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII). Salakanagara berdiri hanya selama 232 tahun, tepatnya dari tahun 130 Masehi hingga tahun 362 Masehi. Raja Dewawarman I sendiri hanya berkuasa selama 38 tahun dan digantikan anaknya yang menjadi Raja Dewawarman II dengan gelar Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. 

Prabu Dharmawirya tercatat sebagai Raja Dewawarman VIII atau raja Salakanagara terakhir hingga tahun 363 M. Di akhir akhir masa kejayaannya ini, Salakanagara telah menjadi kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Tarumanagara. Tarumanegara sendiri adalah sebuah kerajaan baru yang didirikan pada tahun 358 Masehi oleh Maharesi yang berasal dari Calankayana, India bernama Jayasinghawarman.

Jayasinghawarman sebenarnya adalah menantu Raja Dewawarman VIII sendiri. Ia seorang Maharesi dari Calankayana-India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya.

Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman berkuasa penuh atas Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumanagara. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah.


Tidak ada komentar