boleh dilihat

HEADLINE

HUJAN KEMARIN SORE_Puisi Puisi ZUHROTUL

Sulitnya menemukan ruang siar, terutama bagi sobat pendatang baru di kancah kesusastraan tanah air, mendorong SIMALABA untuk menyediakan lembar khusus bagi sobat Simalaba agar tak putus asa serta tetap semangat berkarya. Kirimkan karya sobat ke e-mail: majalahsimalaba@gmail.com beri subjek SASTRA HARIAN (Mohon maaf, laman ini belum menyediakan honor)



HUJAN KEMARIN SORE

Aku tak pernah membenci hujan
Hanya saja aku terlalu takut untuk kembali mengingatmu
Saat senja tak datang
Awan berubah menjadi rintik gerimis
Kau katakan sebuah kebenaran
Sikapmu yang tak pernah hangat
Rasamu yang tak pernah untukku
Dan rindumu yang tak pernah sampai padaku
Aku berharap itu semua adalah kebohongan
Namun skenario Tuhan memang begitu
Kala itu kau membawaku terbang
Walau kau ragu karena sayapmu tak sempurna
Aku mencoba meyakinkanmu
Namun kali ini aku sadar
Bukan sayapmu yang tak sempurna
Tapi karena kau terlalu takut
Sehingga kau jatuhkan aku di tengah samudra
Lalu meninggalkan aku yang tak pernah berteman dengan air
Hujan selalu mengingatkanku
Bahwa kamu hanya memintaku sedikit kebahagiaan
Namun memberiku begitu banyak duka.


TENTANG KITA

Engkau dan dia telah bersama dalam waktu yang lama
Banyak hal yang tak pernah kusaksikan
Apa yang terjadi dimasa lalu
Mungkin lebih baik dari kali ini
Aku bukan siapapun dalam kisah kalian
Hanya figuran yang ditakdirkan
Untuk menguji kesetiaan kalian
Layaknya pantai dan pasir
Aku hanyalah ombak yang singgah sebentar saja
Berhentilah untuk saling menyakiti
Anggaplah aku bagian dari kesalahan
Tak seharusnya begini
Aku yang menimbulkan semua ini
Cukup benci aku
Lupakan tentang aku
Kembalilah bersama



KEHAMPAAN

Hatinya kering keronta
berhenti mengalir
Tangisnya tak bersuara
Bukan salahmu ataupun salahku
Ini semuanya alur kisah kita
Sekuat apapun aku berusaha
Takdir Tuhan selalu jadi pemenang
Apapun yang terjadi waktu itu
Aku berharap kau tak membenciku
Bahkan jangan pernah kau menjauhiku
Jika aku tak bisa memilikimu
Setidaknya aku bisa berteman denganmu
Jangan paksa aku melupakanmu
Karena mengingat dan melupakan bukanlah kuasaku
Hanya saja mungkin aku harus bisa terbiasa tanpamu
Lalu merelakanmu dengan mudahnya



RUANG KOSONG

Sepi,Senyap dan Hampa
Hanya suara detik waktu
Angin malam menyapa
Menanyakan tentang perasaanku
Aku jawab "Tidak"
Tak seharusnya aku  berharap kepada hal yang tak pasti
Bahagianya hanya sementara
Kemudian berubah menjadi kepedihan
Seharusnya aku menutupnya dengan rapat
Sehingga tak ada yang mampu masuk kedalamnya
Ini semua kesalahanku
Terlalu mudah menafsirkan kata cinta
Sudahlah,
Aku akan mencoba berhenti
Jika aku tak mampu
Biarlah waktu yang mengahiri semuanya



KOPI PEKAT

Datanglah ke rumahku
Duduklah di sampingku
Aku kuceritakan padamu sebuah kebenaran
Aku yang penuh tawa
Aku yang penuh kata
Bukan karena aku sungguh bahagia
Hanya saja aku menutupi luk4ku
Merasa terasingkan tanpa seorang teman
Mereka hanya datang saat aku bahagia
Mereka hanya singgah saat butuh uluran tanganku
Setelah itu mereka menghilang
Meninggalkan aku yang hanya bisa menahan tangis
Hatiku selalu penuh tanya
Benarkah aku terlalu jahat untuk menjadi seorang teman?
Sehina apakah aku hingga semuanya menjauh?
Jika bukan karena kesadaran diri
Mungkin aku menutup diri dari dunia
Terlalu pait untuk aku kisahkan
Namun menjadi enak karena aku nikmati



Tidak ada komentar