boleh dilihat

HEADLINE

BERBURU KELEZATAN SOTO DI IBUKOTA_Oleh R.TIA

 
Tubuh boleh berada dimana saja tapi lidah tidak akan pernah lupa  dengan sejarahnya.

Berawal dari membaca sebuah postingan seorang sahabat di media sosial,tiba tiba saja terbersit keinginan untuk mencicipi kuliner khas banua yang satu ini. Yup Soto Banjar. Kebetulan sudah lama tidak mudik.

Gerahnya udara ditambah macetnya ibukota menjelang weekend tidak menyurutkan langkah kami untuk segera meluncur ke TKP dengan mengandalkan jasa Taxi online. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh dari posisi kami menginap namun karena kami dan supir taxinya sendiri belum pernah menjajal kuliner di area tersebut menyebabkan kami mesti berputar putar beberapa kali karena salah jalur. 

Berhubung hari sabtu kawasan kuliner Bank Syariah Mandiri yang terletak di Sabang- Kebon Sirih Jakarta Pusat tersebut banyak yang tutup namun beruntung ternyata kedai Soto Kuin Abang Suhai yang kita tuju tetap buka.

Baru saja meluruskan kaki di kursi yang tersedia beberapa pengunjung yang tengah menunggu pesanannya diracik menyapa saya dalam dialek banjar padahal sedari tadi saya berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. Rasanya seperti benar benar tengah berada di Banjarmasin. 

Menurut Bang Suhai, pengunjung tempat tersebut sekitar 75% memang masih didominasi oleh orang Banjar yang mungkin memang berdomisili di area ibukota atau yang memang kebetulan tengah "nyasar" di ibukota seperti kami sekarang. Namun banyak juga selain orang Banjar yang datang kembali untuk mencicipi sotonya tersebut. Ia berharap nantinya Soto Banjar bisa menjadi selera nasional seperti soto soto dari daerah lainnya. Semoga dagangannya laris bang, biar terus exis.



Tak berapa lama dua porsi sotopun tersaji di meja,kuahnya yang kuning kental serta aroma bawang goreng dan rempahnya yang khas membuat selera makan saya yang beberapa hari ini rusak menjadi semakin rusak😜

"Bagaimana rasanya?' tanyaku kepada teman yang notebane asli orang Sumatera.

"Enak kok, Aku suka" cetusnya tanpa berhenti mengosongkan mangkok sotonya. Aku terkekeh, impas sudah semua rasa lelah terbayar oleh nikmatnya soto Bang Suhai,rasanya mantap. Tidak kalah dengan rasa asli soto yang ada di Banjarmasin.

Keesokan harinya saat gambar soto ini kuposting di WA banyak teman teman yang berkomentar, salah satunya ada seorang teman yang kebetulan lagi tugas ke Jakarta menanyakan dimana alamatnya siapa tau di sela kesibukannya bisa mampir ke kedai tersebut.

Aku tertawa, Tubuh boleh berada dimana saja tapi lidah tidak akan ppernah lupa dengan sejarahnya (Liputan R.Tia)

Tidak ada komentar