boleh dilihat

HEADLINE

GURATAN INGATAN | Puisi Mokh. Hendry Agus Riyanto |

Redaksi Simalaba menerima tulisan puisi (minimal 5 judul), cerpen dan cernak (minimal 4 halaman A4) esai, opini, artikel dan liputan kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi media Simalaba untuk dipublikasikan setiap hari (selain malam minggu) kirim karyamu ke e-mail : majalahsimalaba@gmail.comBeri subjek SASTRA SETIAP HARI. Program ini juga memberi ruang bagi sahabat pemula dalam dunia sastra agar tetap semangat berkarya (Belum berhonor)Redaksi berhak menyunting naskah yang masuk tanpa mengurangi maksud dan isi dari tulisan.




GURATAN INGATAN

angin pegunungan
menghempaskan kerinduan
aku terdiam dalam renungan di antara sunyi senyap
yang mengajariku pasrah
dalam kenangan 
wajahmu kian menampakkan kesyahduan
pada liuk lekuk guratan ingatan
kepargianmu membekas, membentuk
hikayat kepercayaan

Leler, 1 Oktober 2019


JANJI SUCI

bait dalam bai’atku
menciptakan ribuan reguk 
bersama ruh-ruh berhati luas
hingga hati dipenuhi kesan membekas mengenang
sebuah kisah ikrar serapah
dalam ruangku menemukan kenangan
binar dan elegi saling sahut dalam kata
bersama separuh jiwa penghuni sukma
teramat kuat mengikat sanubariku
masuk dalam aliran keyakinan kepasrahan
kepada tuhan pencipta alam

Leler, 08 Oktober 2019 



ALFIYYAH

perjalanan menapaki seribu dua cahaya
setiap tanjakan seakan berkisah
tentang perjuangan anak manusia
menjemput impian
keyakinan mengalahkan rasa takut
kubujuk ragaku
agar ia tak mudah takluk
dengan peluh keringat yang jatuh berserakan
tercecer di antara kesetiaan

Leler, 1 Oktober 2019



CAHAYA KENANGAN

sinar rembulan membiaskan kenangan dan kerinduan
rumpun bunga seakan ingin mengajakku bercengkrama
mengingat wajahmu
memasuki relung hati
dinginnya malam
sempurna menjadi rahasia pandang
di antara kesunyian jiwa

Leler, 2 Oktober 2019



CINTA

Bagaimana aku tak menaruh rasa
Dengan perangai indah matanya
Dibalut budi pekerti
Laksana busur yang dilepaskan dari peraduan 
Hebatnya menghujam,merasuk
Sekuat tenaga kulawan rasa perih di dada
Namun sulit dan
Menimbulkan luka

Leler,25 september 2019


EMBUN PAGI

kasihnya
mengikis kemarau dalam hati
beningnya masih 
menempel di atas dahan kerinduan
dia pergi bersama kenangan
dan terjatuh di tanah

Leler,1 Oktober 2019



FAJAR di PAGI ITU

mengingatkan aku
akan hangatnya dekapan
bahagia
tak dapat kulukiskan 
dinginnya embun yang masuk ke relung kalbu
kehadiranmu
telah hilangkan kelam

Leler, 19 September 2019



MALAM

tentang malam yang menggantikan kebahagiaan
aku terdiam pasrah dan kalah
dalam rindu resah
menantikan kasih kisah
yang termakan waktu juga zaman
cahaya asa harapan yang memancar
petunjuk dalam gelap kalap
dalam sikap dan tindak

Leler, 26 September 2019


PENANTIAN

ini kali kerinduan kesekian
aku ditumbangkan perasaan
yang kau acuhkan
tanjak dan turun jalan
sepanjang penantian 
dihidupi kenangan

Leler, 25 september 2019



SENJA PERPISAHAN

senja duduk bersama kekasih perempuannya
di bawah naungan kerinduan
beralaskan cinta dan kasih sayang
senja begitu romantis merayu sang kekasih
ia memberikan kejutan rona jingga yang menentramkan
perempuan memeluk erat senja
tidak rela bila ia harus menunggu pergantian siang dan malam
agar sang senja kekasihnya hadir menghiburnya
di antara keheningan, senja berpamitan
selamat tinggal cahaya kasihku
semoga kisahmu lebih baik bersama dekapan sang malam

Purwokerto, 06 Desember 2019


Tentang Penulis :
M. Hendry Agus Riyanto, lahir di Banyumas 08 Desember 1999. Saat ini ia tercatat sebagai Mahasiswa IAIN PURWOKERTO fakultas Tarbiyyah dan bergiat di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) IAIN PURWOKERTO. Ia menyukai sastra khususnya puisi semenjak menjadi santri di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2.

Tidak ada komentar