boleh dilihat

HEADLINE

INILAH 5 BAHAYA MENGELUH


Keluhan, sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari realitas kehidupan, sebab setiap kita pasti pernah memiliki keluhan serta tak jarang mengungkapkannya pada teman, keluarga, kerabat atau sahabat sahabat dekat kita. Tetapi bukan berarti mengeluh adalah sebuah sifat yang senantiasa kita lakukan setiap menemukan masalah, besar kecilnya kadar persoalan dalam kehidupan ini tergantung kita yang memandangnya serta dari kita pula bersumber sebuah kekuatan untuk mengatasinya.

Selalu mengeluh ketika ditimpa kesulitan atau tekanan dalam kehidupan sehari hari lama kelamaan akan menjadi sebuah kebiasan pada diri seseorang. Dan, tak menutup kemungkinan hal ini bisa melekat sebagai karakter, tanpa ia sadari bahwa dirinya telah terjangkit penyakit hati yang akan terus merorong jiwa dan melemahkan pola pikirnya. Berikut akan diuraikan hasil riset yang dilakukan oleh Redaksi Simalaba tentang dampak buruk mengeluh.

1. Melemahkan Hati

Semakin sering seseorang mengeluh maka sejatinya hati seseorang tersebut semakin lemah. Ia semakin terkikis dan tak memiliki ketegaran untuk berdiri tegak menghadapi persoalan hidupnya sehingga setiap kali menemukan masalah, sekecil apapun, ia tak akan kuat untuk menghadapi masalah tersebut. Hidupnya akan limbung dan tak dapat menatap masa depan dengan baik tak dapat pula merencanakan kehidupan yang lebih baik.

2. Hidup Tak Bahagia

Seseorang yang sering mengeluh, maka dipastikan bahwa hidupnya tak akan bahagia, ia juga akan menemukan kesulitan besar untuk meraih sebuah kebahagiaan. Hal ini terjadi karena orang yang tukang mengeluh hatinya selalu dipenuhi oleh prasangka buruk, tidak hanya kepada orang lain tetapi juga berprasangka buruk pada dirinya sendiri. Ia akan hidup dalam tekanan hebat. Merasa diri terbebani oleh sesuatu yang tidak nyaman. Kurang tidur. Tak enak makan. Badan lemas sebab hidupnya tak memiliki gairah.

3. Munculnya Berbagai Penyakit

Semakin hidup merasa tertekan maka akan membuat kestabilan pikiran serta emosi seseorang semakin buruk. Stres yang menggenang serta tersimpan dalam energi bawah sadarnya akan memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan baik secara medis maupun psikis. Penyakit yang pertama kali akan menghampiri hidup orang yang tidak mampu mengendalikan stres adalah Asam Lambung. Seperti kita ketahui bahwa salah satu pemicu meningkatnya asam lambung adalah, pikiran yang tertekan serta tidak mampu dikelola dengan baik. Tidak hanya asam lambung, pikiran yang kian tertekan maka akan memicu ketidak-stabilan metabolisme dalam tubuh yang berakibat pada meningkatnya tensi darah, gangguan jantung, stroke, dsb.

4. Dijauhi Teman dan Kerabat

Dari hasil riset yang dilakukan oleh crew redaksi kami, berhasil mengumpulkan data dari 100 respondent, hasilnya sangat mencengangkan. Bahwa ternyata 99% responden tidak suka dengan temannya yang suka mengeluh. Kesimpulan dari riset ini menyebutkan bahwa sebenarnya setiap orang akan menyukai teman yang datang pada mereka membawa ide ide brilian, membawa semangat juang serta membawa segudang inovasi. Sebaliknya, para responden yang berhasil kami wawancarai hampir seluruhnya tidak suka dengan teman yang hidupnya penuh dengan keluhan. Ketika keluhan masih dalam batas wajar, biasanya responden akan merespon serta turut memberikan suntikan motivasi agar temannya dapat bangkit menemukan solusi bagi masalah hidupnya. Tetapi jika setiap saat datang mengeluh, bahkan untuk hal hal yang dianggap sepele sekalipun, maka dipastikan bahwa teman teman dan kerabat dekat akan menghindar satu persatu, berupaya untuk menjauh. Sebab, secara alamiah, suara suara keluhan tersebut bisa mengganggu kenyamanan pikiran orang lain.

5. Jauh Dari Rahmat Tuhan

Orang yang terbiasa mengeluh, hatinya keruh. Ia senantiasa lupa mensyukuri nikmat tuhan yang sebenarnya melimpah pada dirinya. Nikmat sehat, tubuh yang utuh, rizki yang diberikan padanya tak dianggap. Keluhan keluhan yang berhamburan dari bibirnya akan menimbun rasa syukur kepada Tuhan yang telah mengirimnya ke dunia ini. Ia lupa bahwa hidup itu adalah sebuah berkah. Ia lupa bagaimana cara bersyukur atas nikmat udara yang dihirupnya, ia lupa bersyukur atas nikmat bola matanya yang selama ini dapat melihat dengan jelas warna warni bumi, ia lupa bersyukur bahwa banyak keberhasilan yang telah ia raih tetapi hatinya yang keruh tidak dapat melihat semua itu dengan jernih. Dan, Tuhan akan memberikan azab yang sangat perih kepada manusia yang kufur nikmat. (Crew Simalaba)


Tidak ada komentar