boleh dilihat

HEADLINE

SENJA DI WAJAHMU AYU_Puisi Puisi Merry Agustin(Sastra Harian)

Redaksi Simalaba menerima tulisan puisi (minimal 5 judul), cerpen dan cernak (minimal 4 halaman A4) esai, opini, artikel dan liputan kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi majalah Simalaba untuk dipublikasikan setiap hari (selain malam minggu) 
kirim karyamu ke e-mail : majalahsimalaba@gmail.com
Beri subjek SASTRA SETIAP HARI.
(Belum berhonor)
Redaksi berhak menyunting naskah yang masuk
tanpa mengurangi maksud dan isi dari tulisan.

SENJA DI WAJAHMU AYU

Tak sengaja terdengar 
Alunan lirih di telinga
Kucari asalnya
Hingga tiba di sebuah ruangan
Yang aromanya mengingatkanku
Dengan kau di senja itu
Senja yang indah
Menyimpan rahasia dan penuh kenangan
Bak alunan merdu
Senja di wajahmu ayu
                                     
Padang, 2017



SEUTAS RINDU
(Untuk Bunda)

Pagi burung bersenandung lirih
Dingin menembus jantung
Kunikmati secangkir kopi
Di balik jendela mengingat potret

Pandangi potret bayang
Kau dan aku kala berbagi kisah
Sebagai pelajaran menghadapi waktu
Bekal menghadapi hidup

Kusimpan seutas rindu
Seikat kasih dan sayang
Kupersembahkan bila waktu  tiba

Padang, 2017


PANGGILAN FAJAR

Jernih air sungai mengalir
Angin dingin menusuk jantung
Terdengar suara panggilan
Kala malam berubah fajar
Percikan air sungai mengalir
Membersihkan dan menentramkan diri
Terbentang sajadah pada batu tepi sungai
Tempat tunduk dan sujud
Dalam setiap rakaat 
Terucap ayat-ayat cinta
Yang mengair lirih bersama kidung doa

Padang, 2017



KESUMAT
Perempuan itu telah lama m4t1
Jasadnya masih di sini
Telah letih merintih
Hingga jiwa berganti

Hati berd4r4h penuh nanah
Ia ingin lunasi kesumat
Merobek hati terdalam 
Hingga kelam 

Padang, 2017



KETIKA HUJAN TURUN

Ku senang kau datang
Berkunjung setelah sekian lama
Kemarilah kita berbincang-bincang
Telah lama ku merindu
Rindu berjalan dibawahmu
Tenang saja, kali ini tak ada kesedihan
Kau tak perlu khawatir bahwa
Ku ingin kau menutupi
Tangis seperti kala itu
Kali ini kuingin menari bersamamu
Kau tak perlu curiga 
Sungguh ...
Ini hanya sekedar rindu

Warung Ayu, 2018


Tentang Penulis:


Merry Agustin, lahir di Jakarta pada tanggal 22 Agustus 1995. Sejak tahun  2010 menetap dan melanjutkan pendidikan di Padang, Sumatera Barat. Alumni STKIP PGRI Sumatera Barat. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Memiliki ketertarikan pada bidang menulis sejak SMA. Aktif dalam komunitas menulis “Daun Ranting”. Beberapa puisi telah dibukukan dalam antalogi puisi Kita Hanya Sepasang Bocah (2017).

Tidak ada komentar