HEADLINE

SUJUDKU DI ATAS DERMAGA_Puisi Puisi Itsna Agustin Nur Rohmaniah (Sastra Harian)

Redaksi Simalaba menerima tulisan puisi (minimal 5 judul), cerpen dan cernak (minimal 5 halaman A4) esai, opini, artikel dan liputan kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi majalah Simalaba untuk dipublikasikan setiap hari (selain malam minggu) kirim karyamu ke e-mail : majalahsimalaba@gmail.com
Beri subjek SASTRA SETIAP HARI.
(Belum berhonor)


SUJUDKU DI ATAS DERMAGA

Mentari dikeheningan sunyi
Dikelilingi gradasi merah
Embun menetes dari daun kelapa
Kabut tipis meneliti manis
Aku keluar dengan langkah sukar
Kuingat
Masa depan di bahu kiri kanan
Menatap langkah tanpa gundah
Setelah adzan dikumandangkan
Kubersujud di atas dermaga tempat perahu bersandar
Dengan deburan ombak menambah terang hatiku yang lapang

Purwokerto, 9 Mei 2018
TONGKAT SAKTI AYAHKU

Aku yang sudah besar ini
Sering malas bila mengaji
Tapi ayah selalu mengingatkan di sisi

“Mengajilah kau wahai anakku.”
Dengan tongkatnya dia acungkan padaku
Aku yang takut pun berangkat dengan segenap doa

Tongkat sakti Ayahku
Tak pernah dipukulkannya padaku
Hanya sebuah ancaman karena kemalasanku

Aku berusaha menurut padanya
Membaca alif ba ta
Manfaat melimpah padaku sudah
Menjadi lahaja

Purwokerto, 10 Mei 2018 

SANGKAR CINTA YANG MEKAR

Berdiri kokoh tegak menjulang
Disini kuberdiri menatap tanpa henti
Dia di sana
Tengah mengaji dengan Abah Kyai
Samar samar aku mendengar
Suara merdu yang beradu
Sayup sayup kulihat
Mata tulus yang menghunus
Hatiku bergetar seperti senar gitar
Di petik halus dengan jemari lentik
Hanya di sini aku dengan
Bayang pagar yang menjadi sangkar
Cerita indah yang mekar

Purwokerto, 9 Mei 2018

SENDAL BUTUT IBUKU

Sendal butut Ibuku
Kini diwariskan padaku
Penuh kenangan
Jejak jejak keabadian

Sendal butut ibuku
Janganlah kau lirik ke arahku
Tak bagus rupa kau lihat jua
Tapi makna terdalam hanya aku yang merasa

Purwokerto, 10 Mei 2018 

GELAP DI BELAKANG

Di lorong ini aku
Diam mematung
Menghadap ke depan dengan harapan
Cahaya gelap di belakang mengancamku
Mengubur kenangan yang memakan usia

Purwokerto, 10 Mei 2018

MENGHARAP IKHLAS BAGAI BUNGA

Sepucuk bunga mekar
Semerbak wangi berpendar
Mengundang lebah untuk singgah
Mengambil madu semaunya
Bunga
Pun diam dan berharap benang sari terbawa
Umpama itu takdir bunga
Diambil madu ikhlas sahaja
Andai hati bisa merasa
Inginku seperti bunga
Mengharap ikhlas kupunya juga
Tanpa sesal untuk sebuah sesal
Dengan timbal balik sedikit kurasa
Tak mengapa adanya

Purwokerto 18 April 2018

TENGGELAM ATAU TERBAKAR

Jatuhlah kau di atas air
Tenggelamlah kau ke dalamnya
Masalah hanya kau fikir
Dengan tindakan yang fakir
Solusi takkan mampir
Jatuhlah kau di atas api
Terbakarlah sekejap mata
Dengan tindakan yang kaya
Fikirlah yang bijaksana
Masalah datang hilangkan sahaja
Fikir tindak haruslah akhirnya

Purwokerto, 18 April 2018 

RUPA

Ulat merayap dengan sigap
Mengoyak daundengan lahap
Daun segar penahan lapar
Makan banyak kenyang dapat
Lepas kenyang ulat pergi
Berjalan berhari - hari
Mencari tempat
Setelah dapat ulatpun merapat
Membeku kaku ulat mengumpat
Menggantung ulat dengan kuat
Berdiam menunggu waktu
Tiba ulat ulat siap
Keluar sukar dari peraduan

Purwokerto, 24 April 2018 

RUMAHKU BUKAN RUMAHMU

Tiang keropos berlubang lubang
Hilir mudik rayap berpindah
Lantai tanah menghampar di sana
Genting retak mengular diluar
Jendela diintip pun tak usah
Melongo saja pun dapatlah sudah
Pintu berderit engsel menjerit
Kursi kursi di diduduki tak sanggup sudah
Meja kayu lumut berderak
Di dimensi kehidupan lain
Rumah mewah menghampar menyebar
Mobil berjajar menunggu dikendarai
Pintu dibuat tinggi kebanggaan dilambangkan
Membuat sungkan tamu undangan

Purwokerto, 27 April 2018
MENCARI ATAU MEMPERTAHANKAN

Mencari atau mempertahankan
Mencari kau tanpa lelah
Inginku berpasrah namun tak mudah
Sampai jauh jalan ku tempuh
Sampai kedalam laut kuselami
Bahkan awan pun dapat kutulis namamu
Setelah dapat ya sudah kau jadi milikku
Tugasku tinggal mempertahankamu
Mempertahakanmu laksana sebuah lilin di tengah badai
Kujaga kau dengan kesungguhan
Kujaga kau dari badai yang menakutkan
Jangan sampai kau padam
Aku pertahankanmu seluruh jiwa kuterjunkan
Tak seperti mencarimu
Mempertahakanmu lebih sulit dari yang ku bayangkan
Jangan sampai ku kehilanganmu
Kau padam aku pun padam
Ku kehilanganmu dan memulai dari awal
Ku tak sanggup melewatinya lagi
Lebih baik aku ikut hilang
Kau tak ada akupun tak ada
Biar tidak ada kisah kita berdua
Dan tak ada yang tersakiti dan leleh mencari

Puwokerto, 20 April 2018
Tentang Penulis :

Itsna Agustin Nur Rohmaniah. Kelahiran Banyumas, 11 Agustus 1999. Beralamatkan di Karangtengah Rt 03 Rw 04, Kecamatan Cilongok dan berdomisili di Ajibarang Rt 03 Rw 11, Kecamatan Ajibarang. Kegemarannya membaca dan menulis. Saat ini ia masih berstatus sebagai mahasiswa semester 2 Jurusan Pendidikan Agama Islam dan bergiat di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) IAIN Purwokerto. 

Tidak ada komentar