boleh dilihat

HEADLINE

PUISI PUISI PARA PESERTA BELAJAR MENULIS ONLINE SIMALABA (Angkatan 3 Tahun 2018)


Alhamdulillah, puji syukur pada Allah. Setelah 4 kali pertemuan secara online yang dilaksanakan pada group whatsapp, para peserta belajar menulis online Simalaba angkatan 3 tahun 2018, telah menghasilkan karya karya puisi.

Peserta kami berjumlah 6 orang hasil seleksi dari 18 pendaftar berasal dari beberapa daerah di tanah air. Metode belajar sangat simple, dengan materi materi yang menarik seputar dasar dasar kesusastraan, dipandu oleh salah satu crew Simalaba.

Respon yang luar biasa juga diperlihatkan oleh para peserta pada sesi tanya jawab dan latihan menulis puisi atau Cerpen. Para peserta ini akan dinyatakan lulus setelah mulai produktif menulis, diberikan sertifikat kelulusan juga karya karya mereka akan dibukukan. Sejauh ini Simalaba telah meluluskan belasan penulis pemula dari program belajar menulis online angkatan 1 dan 2, bahkan beberapa di antaranya sudah sering tampil pada event event sastra berskala nasional.

BERIKUT INI KARYA KARYA PUISI PARA PESERTA BELAJAR MENULIS ONLINE SIMALABA ANGKATAN 3

SUBUHKU

Karya Putra Niti Galih Prakoso

Terbuai bayu dalam lembut sukma, tergetar hati
akan gema adzan perkasa.

Subuhku disambut hangat cahaya rembulan, penatku dihibur
bintang penuh harapan.

Langkah kaki ayun tangan, kubuka mata dalam terpejam, kusimpan lelah
dalam buayan, teguhkan iman kepada Tuhan....

Lampung Barat, 30 juni 2018

Tentang Penulis

Putra Niti Galih Prakoso, tinggal di liwa, lampung barat,saya menyukai semua hal yg berhubungan dengan seni.


RINDU BERPIJAK

Karya Fathimah

Kaki ini pernah,
berpijak pada telapak kokohmu
kau bilang,
ini permainan robot-robotan

Aku tertawa, karena
sekarang akulah robotnya.

Keriput di tanganmu itu, Pak
semakin pecah saja kulihat
kau bilang,
ini hasil dari mencangkul
untuk mengisi perutku yang keroncongan

Aku menangis, karena
sekarang akulah yang serta dicangkul-cangkul
nasib kehidupan.

Aku rindu, Pak
ingin menjadi wajah  lugu
yang berpangku pada telapak kakimu.

_Purwakarta, 30 Juni, 2018._


Tentang Penulis:

Tima Fatimah atau lebih dikenal dengan nama pena Fathimah, lahir di kota Purwakarta. Suka menulis sejak kecil, ketertarikan pada sastra sudah lekat. Karyanya pernah dimuat di Simalaba.net dan tergabung di content blog Fidemedia.co.Id. Juga aktif mengukuti beberapa kelas menulis online.


WAJAH DESAKU

Karya Munadi Embing

Hari ini wajahnya kusut
tinggal pohon pisang, rerumputan,
berdiri resah bersama tiang, jendela,
rumah kebaya peninggalan ayah.

Kemudian kulihat telaga desa mengabu
debu puing puing cerita menutupinya
biru langit tak lagi berkaca
entah di dalamnya apa yang ikan bicarakan.

Tak tercium aroma sayur asem
di semangkuk raut para tetangga
hangat tempe goreng
teman setia obrolan senja.

Dinamika nasib, ya memang nasib
hidup di tanah pedesaan dekat kota
tak saling menopang, menyanggah
ambisi klasik kota.

Banten, 30, Juni, 2018.

Tentang penulis:

Munadi Embing tinggal di daerah Rawa Rengas, Kec. Kosambi, Tangerang, Banten. Menyukai segala hal tentang puisi.



PUCUK RASA

Karya Maula Nur Baety

Kami berselimut terik,
tetua mulai hadir di wajah sebab bedak habis termakan keringat.

Anak balita dalam bus mulai heboh, tangis pecah membahana
menelusup gendang hingga emosi menari.

Rasa ini di pucuk rindu,
akan kenyamanan dalam bilik kamar.

Kemacetan merajalela
senantiasa melekat pada detik, menit ini hingga laungan protes mulai riuh.

Pak Supir!

Lekaslah kami tiba, dan menuntaskan pucuk rasa yang menggumpal dalam dada.

Jakarta, 30 Juni 2018.

Catatan : (tetua ; yang saya gunakan dalam artian 'bintik-bintik pada wajah ) ada dalam KBBI.

Tentang Penulis

Maula Nur Baety lahir di Brebes, Jawa Tengah. Pasar Bawang Klampok, Rt 04/Rw 09.


KEHENINGAN MALAM INI

Karya Gagas Kurnia

Rembulan kembali menyapa ku dalam gelap
Suara bidadari mlm ku dengar
Keheningan yang ku dapat
Pelukan hangat dari kejauhan yang ku rindu

Malam ini ku lihat bintang
Malam ini ku di sapa angin malam
Binatang melihat tawa mu tertawa
Bulan pun iba melihat mu

Aku merindukan mu dari kejauhan
Aku mendoakan mu dari kejauhan
Mungkin di sepertiga malam ku menyebutkan nama mu
Dan di mimpi ku bertemu

Lampung. 30-06-2018

(Tata Hurufnya Belum diperbaiki)



KERINDUAN

KaryaYolanda

Kupandang langit malam,
sinarnya remang remang
aku berkhayal bulan purnama itu wajahmu
dan kuumpamakan bintang bintang itu adalah aku

Secercah harapan, dalam mimpi besarmu
agar bisa cepat melingkarkan mahar dijariku
dan didalam sepertiga malam,
Aku hanya bisa membisikan niat baik kita kepada Maha Pencipta

Memeluk rindu, menanti hari

Lampung, 30 Juni 2018

Tentang Penulis

Yolanda tinggal di Way Tenong, Lampung Barat.

Tidak ada komentar