boleh dilihat

HEADLINE

LAHIRNYA MEDIA SIMALABA MENJADI ANGIN SEGAR BAGI PEGIAT SASTRA PEMULA



Salam Kreatife Mandiri (SKM)

Dari dahulu hingga saat ini sedikit sekali media yang menaruh perhatian terhadap pertumbuhan sastra kaum yang baru mengenal sastra (pemula). Hal ini tentu sangat memprihatinkan sebab kiblat publikasi karya-karya anak bangsa yang sebelumnya dihegomoni oleh media-media cetak, khususnya Jakarta menjadi absolute. Tetapi tanpa mereka sadari juga menjadi pemusnah paling ampuh banyak minat yang sedang tumbuh.

Banyak para penulis tersebut ngantri sampai kurus kering, berbulan bulan hingga menahun, tetapi penantian merupa sia-sia sebab karya mereka (yang pemula) nasibnya selalu berakhir di keranjang sampah para redaktur koran tersohor.

Tidakkah kita sadari, meskipun ada segelintir yang bertahan dan kemudian lolos, tetapi ada ribuan juga yang putus asa dan kemudian memutuskan tak menulis lagi. Sungguh, ini sebuah kerugian besar bangsa ini, ketika calon-calon manusia pemikir layu sebelum berkembang sebab miskin perhatian. Apakah kita akan membiarkan hal semacam ini terus berjalan hingga sepanjang masa sejarah kesusastraan kita? Tidak! Kita mesti melakukan sebuah perlawanan.

Tradisi yang terlanjur berjalan cukup lama, "Bahwa Sastra Itu Proses Yang Sulit" mesti kita patahkan. Mesti pula kita kampanyekan secara luas bahwa sastra itu milik semua lapisan masyarakat dan tidak sulit untuk menemukan ruang siarnya. Langkah ini yang kemudian ditempuh Majalah Simalaba, memberlakukan seleksi secara minimal serta menaruh perhatian yang besar terhadap bakat bakat yang baru tumbuh.

Pertama diluncurkan SIMALABA AWARD 2017 sekaligus menandai lahirnya majalah Simalaba mendapat antusias yang cukup tinggi dari banyak peminat sastra tanah air, khususnya kaum pemula. Kemudian para aktivis Simalaba kembali berinovasi, sehingga lahirlah majalah Simalaba dalam versi online ini. Selain versi cetak yang terbit setiap akhir bulan, majalah Simalaba versi online ini posting berita setiap hari sehingga para peminat sastra kaum tepi yang selama ini senantiasa tersingkirkan kembali bergairah. Sungguh mencengangkan, sebab e-mail redaksi selalu kebanjiran kiriman naskah setiap harinya. Kendati demikian tetap ada naskah naskah yang dikembalikan oleh redaksi kepada penulis karena tata cara pengiriman yang masih salah serta tidak mengikuti ketentuan pengiriman.

Ini merupakan bukti, bahwa di balik nama tenar anda, kaum sastra populer: ternyata banyak juga kaum yang memiliki keinginan besar untuk menemukan ruang berkarya. Program ini mengabaikan kualitas karya, sebab kualitas tersebut akan muncul setelah seseorang punya ruang dan semangat mereka tumbuh. Sejumlah Sobat Simalaba juga mengirimkan dukungan penuh terhadap media ini agar terus dipertahankan, agar dunia bisa melihat bahwa sastra itu memiliki banyak wajah, banyak kategori dan banyak pilihan tetapi bukan mesti disingkirkan oleh kasta dan proses yang tidak begitu toleransi. (Redaksi)

Tidak ada komentar