boleh dilihat

HEADLINE

Edisi Sabtu, 12 Agustus 2017_ PUISI PUISI WIRANTO ALFI (Ternate-Maluku Utara)



LANGIT MASIH KOKOH

Langit masih kokoh sejak awal hingga kini
bahkan embun, tetap bening di daun fajar
nampaknya-
Ia pun tak mau kalah, setia pada titik ini.

Kini-

ruhku bertasbih 
sebagai isyarat cinta kepada-Nya.

Ternate 31 Mei 2017.



PERGIMU JUWITAKU

Satu khilaf beranak pinak
berbuah curiga di atas percaya
beribu kata tak lagi bermakna
bibir berucap bak angin lalu.

Kini-

hadirmu tak lagi terasa
terlampau pergimu
mungkin, ini telah berakhir
dan aku retak lagi, hancur lagi
sebabkan yang terindah berhenti berjuang.


Bahkan kini-

rindu bagai dermaga nan elok
yang selalu menggoda tuk berlabuh
hingga, ombak menghantam
aku menjadi debuR.

Ternate 21 Mei 2017.



HADIRMU JUWITAKU

Saat jiwa ini mulai retak 
kau hadir membawa perekat jiwa
menyurutkan pesimis yang merasuk
janjikan jalan baru menuju damai.

Kau rangkul pundak lesuhku dengan keyakinan
berdiri-

berlahan, kau genggam jamari rentaku
sembari berbisik merdu tentang hidup.

Lalu-

kita melangkah, menapaki jalan yang kau janjikan
dan memang benar
aku merasakan damainya hidup denganmu-
Juwitaku.

Semoga hadirmu tak akan berganti jadi pergimu 
kuharap cinta ini sampai ke hadirat-Nya
hingga nanti pelatuk janji ditarik.

Ternate, 17 Mei 2017.



MENYAPA PUISI

Apa kabar puisiku?
telah lama jiwa ini tak menyapamu
sekian masa terlewati tanpa bersua wajah denganmu.

Kala rembulan mulai diam-diam pergi
ada hasrat yang merasuk
menggiring ke dalam wahana kerinduan
hadirkan sejuta tanya dan harap.

Diam-

berlahan
kucoba melukismu di rahim bisu
walau, tak semanis dahulu.

Apa kabar puisiku?
mari, mendekatlah tanpa rasa ragu
kita berikrar untuk tak saling melupakan
untuk semalanya.

Ternate,17 Mei 2017.



UNTUK SEBUAH NAMA

Kau telah menjelma kata-kata
hadir ketika tangan ini kutengadahkan
dan-

saat raga bersimpuh ...
sebab, kau tak terjamahkan.

Ternate, 06 Juni 2017.



RIWAYAT HASRAT

Ketika ia berpijak pada angka 10
Sepertinya,
teramat sukar dari episode kemarin.

Nyanyian ...
di bawah rongga dada
semakin bergema
bahkan terkadang-

batin terhasut hasrat kotor
hingga kini, puisi adalah penawar.

Ternate, 5 Juni 2017.



Tentang Penulis

Wiranto Alfi atau biasa disapa Anto. Adalah mahasiswa (semester V) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-UNKHAIR Ternate. Kini sebagai salah satu anggota Komunitas Parlamen Jalanan Maluku Utara. Ia tinggal di Ternate.

Tidak ada komentar