boleh dilihat

HEADLINE

(Edisi hari ini_Senin, 07 Agustus 2017)_ PUISI PUISI JUNAIDI KAMBOSE



DI KAKI CUACA

Di sendu siang ini 
aku berada di kaki cuaca 
menggengam sebuah pena dan buku
ingin rasanya aku tumpahkan semua hasrat
yang lama bermukim dalam dada.

Di sini, aku menulismu, Ibu
betapa kuatnya engkau
dengan rela korbankan jiwa dan ragamu untukku
meski tubuhmu mulai letih
tapi kobaran semangat tak pernah mati
walau terik membakar tapi hatimu tetap sejuk.

Semoga besar pengorbananmu
dapat kugantikan
sebab engkau, hidup dan matiku.

 Ternate, 04 September 2016.



MALAM  KELAM

Gelap
sunyi 
bagai orang orang telah mati
sementara angin menghantam 
dingin menusuk 
aku hilang--  
entah kutaruh di mana jejak ini?

Ternate, 03 Juni 2016.



                                                                           
RINTIK HUJAN

Mendung bertamu
guntur menyambut 
hujan tumpah
membasahi daun dan tanah
kapan rintik rintik perdebatan usai?

Ternate, 17 Juni 2017.



MASA KECILKU

Berlarian di atas tanah basah
bersama kawan kawan menarik pelepah kelapa
meloncat bagai katak 
susah tak pernah terasa
sedih tak pernah terjumpa
gembira tak pernah usai
adalah masa yang pernah kulupa.
                                                                                                    
Ternate, 17 Juni 2017.




Tentang Penulis:
Junaidi Kambose, lahir di Desa Togawa Besi, Kec. Galela Selatan Kab. Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara pada 02 November 1999. Anak dari Maujud Kambose dan Nurlela Malli. Ia adalah mahasiswa (Semester III) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-UNKHAIR Ternate. Dan tergabung di Komunitas Parlamen Jalanan Maluku Utara. Sekarang tinggal di Ternate Utara.

Tidak ada komentar